SKILL RIDING – MENIKMATI KECEPATAN DI JALAN RAYA (berkendara cepat)

x-rider1

Nemu artikel yang bagus nih buat para rider motor semua. Sayang banget kalau hanya di post di facebook saja.

Cekidot bro sist…

Beberapa waktu lalu seorang rider tewas ketika melintas di jalur favorit kami. Motor yang dikendarainya menabrak tebing. Tak ada pasir dijalan ataupun mobil yang memaksanya keluar jalur. Peristiwa ini murni kesalahannya. Terlalu besar antusiasme tapi skillnya tidak mendukung. Kejadian semacam ini bukanlah hal baru di jalan raya. Seperti kebanyakan kecelakaan tunggal sepeda motor lainnya, pengendara memasuki sebuah tikungan dimana otaknya mengatakan “terlalu cepat”, segera didirikannya motornya dan mengunci rem belakangnya. Fatal….!!!

motogp-argentina-2014

Jika hal ini terjadi di sirkuit, mungkin pengendara ini cuma mengalami luka ringan saja dan masih sempat merenungkan kesalahan yg baru saja di buatnya di pit. Tapi mari kita perjelas satu hal..: JALAN RAYA BUKANLAH LINTASAN BALAP,BALAPAN DIJALAN RAYA SANGATLAH BERBAHAYA.

Menikmati kecepatan di jalan raya tidak sama dengan balapan di jalan raya. Menikmati kecepatan di jalan raya menempatkan motor pada sebuah titik dimana motor tersebut sudah stabil, bukan membuat motor selalu distabilkan. Seringkali pengendara motor sport terlempar dari motornya saat memelintir gas, dan motornya melaju pada kecepatan dan kestabilan yang tak dapat dikendalikannya. Menikmati kecepatan di jalan raya tidak terpaku pada level kecepatan tertentu. Jadi dengan menggunakan motor apapun bisa sama menyenangkannya jika dilakukan dengan benar, sesuai dengan kemampuan motor dan keahlian pengendaranya. Siapapun bisa ngegas, tapi tidak semua orang bisa mengerem ataupun berbelok dengan benar. Belajar mengerem akan menyelamatkan nyawamu, belajar menikung akan melengkapinya. Menikmati melibas tikungan dengan sepeda motor memang memberikan sensasi yang luar biasa bagi pengendara motor sport. Mekanisme memasuki tikungan yaitu dengan mengatur kecepatan masuk tikungan sedini mungkin. Rencanakan dengan baik, pertimbangkan segala aspek yang belum terlihat yang mungkin ada di dalam tikungan. Upayakan mendapatkan pandangan seluas mungkin, ingatlah prinsip dasarnya: “You go where you look”.

Jangan terburu-buru, seperti halnya kata Kenny Roberts Sr.”SLOW IN,FAST OUT. Pelajari segala rintangan yang mungkin ada terlebih dahulu, setelah mendapatkan pandangan terbuka, dan yakin jalurmu sudah bersih, barulah buka gas perlahan dan keluar dari tikungan.

Touring X-Riders

Kami semua telah merasakan kengerian dan teror saat memasuki tikungan terburu-buru. Kami tak mampu menghadapi segala kejutan, karena kami terlalu sibuk mengerem dan membelokkan motor kami. Oleh karena itu kami tak lagi menggunakan teknik late breaking (teknik mengerem sedekat mungkin ke ujung masuk tikungan) saat menikmati kecepatan di jalan raya. Teknik late breaking hanya kami gunakan saat overtaking berebut posisi saat balapan di sirkuit. Lagi pula teknik late breaking akan membuat kita banyak kehilangan waktu didalam dan saat keluar tikungan. Belum lagi menurunnya kemammpuan scanning kami ketika fokus kami tertuju pada traksi ban dan suspensi. Traksi ban tidak sempurna saat suspensi bekerja penuh, bisa jadi sangat berbahaya saat kita merebahkan motor kita di tikungan, karena motor akan cenderung liar.

Mungkin selama ini belum ada majalah ataupun forum-forum safety riding ataupun petunjuk teknis tentang bagaimana berkendara cepat juga bisa aman. Kami akan coba berbagi tentang cara berkendara cepat dengan aman. Seberapa cepat kamu berkendara adalah keputusanmu. Jadikan pedoman dan acuan saat berkendara nanti. Ngebut di jalan raya utama empat jalur saat kondisi jalannya sepi mungkin melanggar hukum, tapi hal ini sepertinya cukup aman dilakukan. Melaju 60-80km/jam di daerah jalan raya perbukitan pasti tidak melanggar hukum. Tapi bisa jadi sangat berbahaya. Karenanya tentukan batas kecepatanmu di trek lurus dan di daerah perbukitan yg penuh tikungan.

Riding Touring 1

Grup riding kami tak terlalu memperdulikan soal top speed di trek lurus. Trek lurus kami manfaatkan untuk menata ulang barisan, memberi kesempatan bagi rider yang tercecer di tikungan untuk kembali merapat ke barisan. Semua anggota bebas memelintir gas. Jika dia senang melaju 160km/jam maka sebaiknya dia sering berlatih emergency stop ataupun panic breaking dari kecepatan tersebut. Melibas trek lurus adalah hal yang mudah, kami tidak terlalu tertarik untuk melakukannya, lebih baik kami manfaatkan untuk menata barisan dan membuat rencana untuk menghadapi tikungan berikutnya.

Hal paling menarik bagi saya dari grup riding kami saat melibas tikungan yaitu saat menyaksikan motor di depan saya rebah (flip) masuk tikugan secara teratur dengan ritme dan jarak yang sama. Begitu juga saat melirik spion, menyaksikan teman-teman di belakang melakukan hal yang sama seperti menyaksikan rentetan kartu domino. Beautifull……!!!!!

Riding Touring 2

Karena kami memiliki pemimpin dan aturan-aturan dalam grup yang kami patuhi, aspek kompetisi ketika mengendarai motor sport bisa di redam dan juga meredam ego rider muda bahkan rider tua. Kami juga merasakan semangat racing saat mengendarai motor kami, tapi kami menyimpannya dalam-dalam dan mengeluarkannya kembali di tempat yang seharusnya yaitu di sirkuit, sirkuit adalah ajang pembuktian keterampilan dan kemampuan motor kami untuk menjadi yang terbaik di antara teman-teman maupun rival kami. Menikmati kecepatan di jalan raya membutuhkan kecerdasan dan rasionalitas tehnik berkendara yang matang dan menyingkirkan aksi-aksi heroik di sirkuit tanpa mengorbankan kesenangan. Sirkuit adalah tempat untuk membentuk dan melatih dasar-dasar ketrampilan menikmati kecepatan bagi para rider. Di luar sirkuit kami berlatih soal menetapkan angka kecepatan yang tepat sesuai dengan kondisi lalu lintas dan jalan rayanya, dan melatih kepekaan terhadap hal-hal lain yang mungkin menyebabkan kegagalan.

Prinsip menikmati kecepatan di jalan raya:
1. Mengatur kecepatan masuki tikungan (speed entrance) sedini mungkin.
2. Perhatikan kondisi aspal.
3. Kendalikan motormu dengan cepat dan terorganisir.
4. Gunakan rem secara halus tapi pasti.
5. Jaga putaran mesin saat masuk tikungan.hal ini berguna untuk menstabilkan rangka dan suspensi terutama saat melibas tikungan dengan aspal bergelombang.
6. Jangan melewati garis pembatas jalur tengah kecuali untuk mendahului.
7. Jangan berkutat di garis tengah,waspadai kendaraan dari arah berlainan.
8. Jangan bergelantungan saat melibas tikungan duduk kaku di trek lurus.
9. Gunakan foot code/hand code saat melakukan group riding.
10. Jangan menhalangi jalur pengendara di belakangmu jika kamu tidak bisa mengikuti irama berkendara group ridingmu. Ambil posisi paling belakang supaya bisa membuatmu lebih leluasa mengatur kecepatan dn linemu saat melibas tikungan.

Di adopsi dari Sport Rider USA

Source: https://www.facebook.com/notes/piston-bike-serv/skiill-riding-menikmati-kecepatan-di-jalan-raya-berkendara-cepat/477707207607 by: Piston Bike Serv ( Thanks Bro )

Dipublikasi di deja'vu, Riding, Touring, X-Rider | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Jorge Lorenzo semangat baru di GP Catalunya dengan #99 spesial Anna Vives font

Jorge Lorenzo Catalunya 2014

Jorge Lorenzo menyambut GP Catalunya dengan semangat baru, termasuk dengan livery khasnya. Ada yang baru dari penampilan M1 Lorenzo di Barcelona, Baca lebih lanjut

Dipublikasi di deja'vu, Lorenzistas Indonesia, lorenzo | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Selamat Ulang Tahun Syarief Karcil Milanisti…

1175414_634538209914491_1956854952_n

 

Selamat Ulang Tahun Syarief Karcil Milanisti

Tambah satu lagi usia mu…
Tambah juga pasti dewasamu… Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Karcil, Milanisti, Selamat ulang tahun, Syarief | Meninggalkan komentar

deja’vu

deja'vu

deja’vu adalah sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di deja'vu, Karcil | Meninggalkan komentar

deja’vu #1…

deja’vu #1

SNO | deja’vu | Karcil | 122586

Kutipan | Posted on by | Meninggalkan komentar